Archive for ++Persoalan agama++

Al-Arifbillah Al-Qutb Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad

Ps: Artikel nie di petik dari forum asyraff.

Salam…

Pertama sekali, ana bukanlah orang yang alim dan arif…..

sebetulnya ana masih mentah dan banyak yang perlu dipelajari, sebagai sadah alawiyyin, ana berwajib untuk belajar, mengikuti dan ‘berusaha’ untuk membawa diri ini untuk mengikut perjalanan para salaf kami, beusaha menempuh jalan para leluhur kami, “gadaman ‘ala gadamin bi jiddin auza’i”

Dengan kelemahan yang ada pada ana, ana hanya ingin petik sedikit dari leluhur kami Al-Arifbillah Al-Qutb Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad, dalam tulisannya di dalam Risalatul Mu’awanah menjelaskan sedikit ‘permasalahan’ enta. Beliau menulis:

“Perbaiki dan lurusakanlah aqidahmu dengan berpegang pada manhaj (jalan) al-firqah an-najiyah (golongan yang selamat) yang dalam islam dikenal dengan nama Ahlussunnah Wal Jama’ah. Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah orang yang berpegang teguh pada ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa shahbihi wa sallam dan para sahabatnya. Jika kamu teliti al-kitab (Al-Quran) dan As-Sunnah – yang berisi ilmu-ilmu keimanan – dengan pemahaman yang benar dan hati yang bersih (salim), serta kamu pelajari perjalanan hidup para salaf yang saleh dari kalangan sahabat dan tabi’in, maka kamu akan mengetahui secara yakin bahawa kebenaran ada pada golongan Al-Asy’ariyyah yang dinisbatkan kepada Syeikh Abil Hassan Al-Asy’ari rahimahullah. Beliau telah menyusun aqidah ahlil haq beserta dalil-dalilnya. Itulah aqidah yang diakui oleh para sahabat dan tabi’in. Itulah aqidah ahlil haq di setiap zaman dan tempat. Itulah aqidah seluruh kaum sufi, sebagaimana disebutkan oleh Abul Qasim al-Qusyairi pada bagian awal bukunya: Ar-Risalah.

Alhamdulillah, itulah aqidah kami dan saudara-saudara kami para sadah al-Husaini yang dikenal dengan sebutan Al Abi Alawi (Bani Alawi). Itulah juga aqidah salaf kami (leluhur kami), mulai dari zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa shahbihi wa sallam hingga saat ini.

Imam Al-Muhajir ilallah, Sayyidi Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin Al-Imam Ja’afar Ash-Shadiq radhiyallahu ‘anhu, kakek para Sadah Husaini tersebut, ketika melihat munculnya berbagai bentuk bid’ah, gelora hawa nafsu dan pertentangan pendapat di Irak, maka beliau segera hijrah meninggalkan Irak. Beliau nafa’allahu ta’ala bih selalu berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain sampai akhirnya tiba di Hadramaut dan menetap di sana hingga akhir hayatnya. Allah memberkati keturunannya, sehingga sangat banyak dari mereka yang dikenal kerana ilmu, ibadah, keewalian dan makrifatnya. Berkat niat Al-Imam Al-Mu’taman ini dan hijrah beliau dari tempat-tempat yang penuh fitnah, maka tidak terjadi pada mereka (anak cucunya) apa yang terjadi pada sejumlah ahlil bait lainnya yang mengikuti berbagai bid’ah dan hawa nafsu yang menyesatkan. Semoga Allah membalas kebaikan beliau kepada kami dengan sebaik-baik balasan yang diberikan kepada seorang ayah atas jasanya terhadap putra-putranya. Semoga Allah meninggikan derajat beliau di surga bersama orang-orang tuanya yang mulia, dan mempertemukan kita dengan mereka dalam keadaaan selamat, tidak berubah (aqidah) dan tidak terfitnah. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dari semua yang berjiwa kasih. Di samping itu, Aqidah Maturidiyah dalam hal ini sama dengan Madzhab Asy’ariyah tersebut di atas.

Pertama, ana yakin dengan aqidah Asy’ariyah kerna Syeikh Abil Hassan Asy’ari dan Syeikh Abu Mansur Al-Maturidi hidup pada zaman tabi’in, yakni zaman terbaik selepas zaman Rasulillah dan sahabat, aqidah yang mereka susun, yakni asasnya SIFAT 20, ilmu aqidah yang bisa dan wajib dipegang oleh ahlussunnah wal jama’ah,

Dan paling mudahnya, ana mengikut pesanan, saranan dari leluhur kami, juga ahlulbayt yang alim lagi arif seorang wali qutb, Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad, di mana dalam syairnya,pada bait;

(untuk memperoleh semua kebaikan itu) maka perbaikilah keyakinanmu,
kerana sesungguhnya jika keyakinan sempurna,
tanpa keraguan yang ghaib akan tampak nyata,
dan jadikanlah Asy’ari sebagai aqidahmu,
kerana ia telaga yang jernih,
yang jauh dari penyimpangan dan kekufuran,

(Abdullah bin Alawi Al-Haddad, “Ad-Durrul Mandzum li Dzawil ‘Uqul wal Fuhum”)

Jadi, jika ada pendapat yang ‘lebih’ baik dari salah seorang dari ahlulbayt yang benar-benar mengikuti kakeknya Rasullullah saw, seperti Imamul Haddad….silakan…beri pendapat…kita tengok gimana…

Mungkin ana tidak “memperkenalkan” siapa Syeikh Abil Hassan Al-Asy’ari, dan Syeikh Abu Mansur Al-Maturidi, tapi leluhur kami dah “jelas” suruh kami ikut, kerana kami ahlilbayt jika mau berjaya, tempuhlah jalan para salafussoleh, para salaf kami yang terus bersambung kepada Rasulullah saw…

Al-Arifbillah Al-Qutb Abu Bakar B Muhammad Assegaf di pengajian beliau tidak pernah bosan menganjurkan mereka yang hadir, agar menempuh jalan itu gadaman ‘ala gadamin bi jiddin auza’i.

Kami ahlulbayt mengikut pesan dan saran leluhur kami, dan kami tidak sedikitpun ingin berpaling daripadanya, wallahua’lam…

Di hantar oleh:

[ Last edited by Muhd_Banahsan at 25-4-2008 05:40 AM ]

http://forum.asyraaf.net/viewthread.php?tid=1197&extra=&page=4

Advertisements

Comments (7) »

Rintihan Roh

Diriwayatkan: “Jika roh telah keluar dari tubuh manusia dan telah
lewat tiga hari, maka roh itu berkata: “Wahai Tuhanku,
perkenankanlah aku sehingga aku berjalan dan melihat tubuhku yang
dahulu aku berada di dalamnya.” Maka Allah memperkenankan kepadanya.
Lalu ia datang ke kuburnya dan melihat kepadanya dari jauh. Kedua
lubang hidungnya dan mulutnya mengalir darah. Maka ia menangis
dengan suatu tangisan yang cukup lama. Lalu ia merintih, aduuuh hai
tubuhku yang miskin, wahai kekasihku. Ingatlah akan hari
kehidupanmu. Rumah ini adalah rumah serigala, bala bencana, rumah
yang sempit, rumah kesusahan dan penyesalan.

Setelah lewat lima hari roh berkata: “Wahai Tuhanku,
perkenankanlah aku untuk melihat tubuhku.” Maka Allah
memperkenankannya. Lalu ia datang ke kuburnya dan melihat dari jauh.
Dan mengalirlah kedua lubang hidung dan mulutnya berupa air nanah.

Firman Allah SWT bermaksud:
“Mereka tidak dapat berbicara pada hari roh (Jibril atau ruhul
qudus) dan para malaikat berdiri dengan berbaris.”
( An-Naba’: 38)

Disebutkan dalam satu keterangan, bahawa yang dimaksud roh itu
adalah rohnya anak Adam (manusia), dan keterangan yang lain
mengatakan bahawa roh itu adalah rohnya malaikat Jibril as. Juga ada
keterangan yang menyebutkan bahawa roh itu adalah rohnya Nabi
Muhammad SAW yang berada di bawah Arasy, ia minta izin dari Allah di
malam Lailatul Qadar untuk turun memberikan salam penghormatan
kepada seluruh mukminin dan mukminat dan roh itu berjalan melalui
mereka.

Ada pula yang menyebutkan bahawa roh itu adalah rohnya para
kerabat yang sudah mati, mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, semoga
Engkau memperkenankan kami untuk turun ke rumah-rumah kami, sehingga
kami melihat anak-anak kami dan ahli-ahli kami. Maka roh-roh itu
turun pada malam Lailatul Qadar.

Sebagaimana Ibnu Abbas ra mengatakan: “Jika datang Hari Raya,
hari Asyura’, hari Jumaat yang pertama dari bulan Rajab, malam Nisfu
Sya’ban, Lailatul Qadar, dan malam Jumaat, roh-rohnya para mayat
semua keluar dari kubur mereka dan mereka semua berdiri di pintu-
pintu rumahnya seraya berkata: “Belas kasihanlah kamu semua kepada
kami di malam yang berkah ini dengan sedekah satu suap, sebab kami
memberikan sedekah. Jika kalian bakhil dengan sedekah, dan kamu
sekalian tidak mahu memberikannya, maka hendaklah kalian mengingat
kami dengan bacaan surah Al-Fatihah di malam yang penuh keberkahan
ini.

Adakah seorang telah belas kasihan kepada kami, apakah dari
salah seorang ada yang mengenangkan ratapan kami wahai orang yang
menempati rumah-rumah kami, wahai orang yang menikmati wanita
(isteri kami), wahai orang yang berdiri memperluas mahligai kami
yang sekarang kami dalam kesempitan kubur kami, wahai orang yang
membagi harta benda kami, wahai orang.yang menyiakan anak yatim
kami. Adakah salah seorang dari kamu sekalian ada yang mengenang
perantauan kami? Buku amal kami dilipat dan kitab amal kalian
dibuka. Dan bukanlah bagi mayat yang berada dalam liang kubur
melainkan pahalanya. Maka janganlah kalian melupakan kami dengan
sebuku rotimu dan doamu, sebab kami orang-orang yang berhajat kepada
kamu sekalian, selama-lamanya.

Jika mayat memperoleh sedekah dan doa dari mereka maka ia
kembali dengan riang gembira, dan jika ia tidak memperoleh maka ia
pulang dengan sedih dan duka serta terhalang, dan putus asa dari
mereka.
Telah diterangkan, bahawasanya roh dalam perkumpulan haiwan tidak
dalam seluruh tubuh, tapi ia dalam satu bahagian dari beberapa
bahagian yang tidak dapat ditentukan dengan dalil. Bahawasanya
seorang dilukai dengan luka-luka yang banyak maka ia tidak mati. Dan
ia dilukai dengan luka-luka satu maka ia menjadi mati. Sebab luka
itu jika menimpa pada tempat di mana roh bertempat di mana roh di
dalamnya, dan bahawasanya roh bertempat pada seluruh tubuh dan
bahawasanya mati itu dalam seluruh tubuh, maka Firman Allah SWT
menunjukkan:
Katakanlah: “la akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali
yang pertama.”
(Yaa Siin: 79)
Jika dikatakan, apakah bedanya antara roh dengan rawan? Maka
kita katakan hahwa keduanya adalah satu. Keduanya tidak ada
perbedaan, sebagaimana tubuh serta tangan adalah menjadi satu. Cuma
kalau tangan dapat bergerak kesana kemari tapi kalau tubuh sama
sekali tidak bergerak. Demikian pula rawan kesana kemari tapi sama
sekali tidak bergerak.
Kemudian mengenai tempatnya roh di dalam tubuh tidak dapat
ditentukan. Adapun tempatnya rawan di antara kedua alis. Maka jika
roh itu hilang seorang hamba menjadi mati, dan jika rawan hilang ia
menjadi tidur. Sebagaimana air yang dituangkan qas’ah dan ditaruh di
rumah ada matahari yang sinarnya melalui lubang atap dan qas’ah itu
tidak bergerak dari tempatnya.

Maka demikian halnya roh bertempat di dalam tubuh dan pusatnya
berada di Arasy. Adapun rawan melihat dikala bermimpi dan ia berada
di alam malakut.

Adapun tempatnya roh setelah dicabut, ada diterangkan bahawa
tempatnya disengkala yang didalamnya terdapat lubang sejumlah
bilangan haiwan-haiwan yang dijadikan sampai hari kiamat. Jika ia
mendapat kenikmatan berada di situ dan jika mendapat azab maka di
situ pula.

Ada disebutkan bahawa roh-roh para mukminin berada dalam telur
burung yang hijau di syurga iliyyin, adapun rohnya orang-orang kafir
berada dalam telur burung yang hitam di neraka. Dan ada dikatakan
bahawa rohnya para mukminin ketika dicabut, maka para malaikat
rahmat sama mengangkat membawa naik roh ke langit yang tujuh dengan
memuliakan dan mengagungkan. Kemudian dipanggil Zat pemanggil dari
sisi Allah yang Rahman: “Hendaklah kamu semua menulis roh itu dalam
Illiyyin lalu kembalikanlah ke bumi.”

Maka mereka mengembalikan roh seorang mukmin ke dalam tubuhnya
dan ia dibukakan pintu syurga, ia melihat tempatnya di syurga sampai
datangnya hari kiamat.

Dan bahawasanya rohnya orang-orang kafir sewaktu dicabut maka
para malaikat azab sama membawa naik roh itu ke langit dunia. Maka
ditutuplah pintu-pintu langit yang lain dan ia diperintah
mengembalikan ke tempat berbaring tubuhnya, kuburnya disempitkan dan
ia dibukakan pintu neraka. Oleh kerananya ia melihat tempat
kediamannya kelak sampai datangnya hari kiamat. Dalam hal ini
sebagaimana pernah disabdakan Nabi SAW, sehingga bahawasanya mereka
mendengar suara sandal-sandal kalian, hanya saja mereka terhalang
dari berkata.

Sebahagian Hukama’ ditanya tentang tempat roh-roh setelah mati, maka
ia menerangkan sebagai berikut:

1. Bahawasanya roh-roh para Nabi berada dalam Syurga Adn, ia berada
dalam liang yang menyenangkan tubuhnya. Adapun tubuh bersujud kepada
Tuhannya.
2. Roh-roh para Syuhada berada di syurga Firdaus, pada tengahnya
syurga itu berada dalam telih burung yang hijau yang terbang di
syurga sekehendak hatinya. Kemudian datang keqanadil yang
digantungkan di Arasy.
3. Adapun roh-rohnya anak-anak kecil yang Islam berada dalam telih
burung pipitnya Syurga.
4. Roh-rohnya para anak-anak musyrik berputar-putar di syurga dan
ia tidak punya tempat, sampai hari kiamat. Lalu mereka melayani para
mukminin.
5. Roh-rohnya orang-orang mukmin yang mempunyai hutang dan aniaya
digantung diangkasa. Ia tidak sampai ke syurga dan tidak pula ke
langit sampai ia membayar hutangnya dan penganiayaannya.
6. Roh-rohnya orang-orang Islam yang berdosa diazab dalam kubur
beserta tubuhnya.
7. Roh-rohnya orang-orang kafir dan munafik dalam penjara neraka
Jahannam dipintakan diwaktu pagi dan petang.

Dan disebutkan, bahawasanya roh adalah merupakan jisim yang
halus. Oleh kerana itu tidak dapat dikatakan jika Allah itu
mempunyai roh. Sebab mustahil kalau Allah mempunyai tempat seperti
jisim-jisim. Dan dikatakan bahawa roh adalah merupakan sifat dan
dikatakan pula kalau ia pecah jadi angin, maka kedua perkataan ini
adalah perkataannya orang yang mengingkari adanya seksa kubur.

Ada diceritakan, bahawasanya seorang Yahudi datang kepada Nabi
SAW, maka mereka bertanya kepada baginda tentang roh dari Ashabi
Raqim dan dari Raja Dzil Qarnain. Dengan perdebatan Yahudi itu maka
turunlah surah Al-Kahfi.
Dan diturunkan tentang haknya roh adalah Firman Allah SWT.

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh, katakanlah: “Roh itu
termasuk urusan Tuhanku.”
(Yaa Siin: 79)

Di kirim oleh: “chipmunk_malaysia”

Comments (7) »

KATA-KATA HIKMAH

1. Siapa yang berwudhu saat ingin tidur dan meminta supaya ALLAH
> berikan kebaikan dunia dan akhirat pasti akan di kabulkan – Tirmizi. Sunat
> tidur dalam keadaan berwuduk.
> 2. Siapa yang bershalawat tidak kiralah banyak mana hitungannya setiap
> hari akan dapat keberkatan dalam apa jua dengan syarat ia berusaha mencari
> keredhaanNya.
> 3. Siapa yang bershalawat 41 kali sehari, insyaALLAH, akan dihindarkan
> daripada sifat tercela seperti hasad dengki, riak dsbnya dalam dirinya.
> 4. Bershalawat 33 kali sehari dapat menjernihkan hati, mudah memahami
> akan sesuatu ilmu yang diajarkan, di samping beroleh ketenangan fikiran.
> 5. ALLAH akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan
> bershalawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan sholat fardhu.
> 6. Sewaktu menghadapi hidangan, Nabi membiasakan diri dengan mengambil
> makanan yang terdekat, kemudian baru di ambil hidangan yang lainnya
> sebagai simbolik kesopanan.
> 7. Amalkan membaca shalawat sebanyak 1000 kali sehari, insyaALLAH akan
> dikurniakan kebijaksanaan pemikiran. Di samping itu berusahalah untuk
> menerokai pelbagai ilmu.
> 8. Siapa yang berniat mandi (untuk solat jum’at) kemudian pakai pakaian
> terbaik & wangian lalu sholat jum’at, dosanya akan diampun hingga jum’at
> berikutnya-Ahmad.
> 9. Siapa yang mengamalkan berselawat 11 kali tiap hari, dengan izin
> ALLAH dirinya akan lebih dihargai oleh orang lain.
> 10. Uthman bin Affan riwayatkan bahawa Nabi Muhammad SAW apabila
> berwudhu, beliau membasahi janggutnya -Tirmizi .
> 11. Nabi tidak pernah mencela makanan. Jika baginda suka, dia makan dan
> sebaliknya beliau tinggalkan-Bukhari. Apalagi jika makanan itu pemberian
> orang lain.
> 12. Sahabat meriwayatkan: Aku lihat Nabi SAW makan dengan 3 jari (ibu
> jari telunjuk & tengah) -Muslim. Jarang sekali beliau makan dengan 4 atau
> 5 jari kecuali ada keperluan.
> 13. Menurut Sayyid Ahmad dahlan, siapa bershalawat walau sekali pada
> malam jum’at, saat mautnya kelak akan dipermudahkan ALLAH seperti yang
> dihadapi oleh para Nabi.
> 14. Setiap penyakit ada penawarnya. Bacalah shalawat tujuh kali pada air
> dan minum. InsyaALLAH, perut yang sakit atau memulas akan sembuh.
> 15. Perbaharui wudhu tiap kali bersolat krn padanya terdapat banyak
> fadhilat. Hadith: Sesiapa yang berwudhu dalam keadaan suci, ALLAH
> catatkan 10 kebaikan baginya -Abu Dawud.
> 16. Siapa yang mengamalkan membaca shalawat tiga kali setiap lepas solat
> lima waktu akan dihilangkan kebuntuan fikiran dalam menghadapi masalah
> apapun .
> 17. Nabi SAW sering menghadap kekanan sedikit setelah solat berjemaah
> supaya makmum dapat melihat wajahnya. Sebaiknya imam berzikir dan doa
> seketika bersama makmum.
> 18. Allah akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan
> behalawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu.
> 19. Nabi tak makan sambil bersandar -Bukhari. Artinya, Baginda makan
> dengan duduk condong sedikit ke hadapan bagi elakkan dirinya terlalu
> kenyang & mudahkan penghadaman.
> 20. Menurut Syihab Ahmad, siapa bershalawat tiga kali tiap selesai solat
> subuh, Maghrib dan Ishya, ALLAH akan menghindarkannya drp sebarang
> bencana.
> 21. Nabi sering beristinsyaq air kedalam hidung dan menghembuskannya.
> Selain membersihkan, ia juga mengelakkan sebarang penyakit yang berkaitan
> dengan hidung
>
> M. Ferial Akmal –> SMAN 3 Jkt Kls I-1 1975

Comments (5) »

Secebis Kisah Kenikmatan di dalam Syurga

Sesungguhnya di dalam syurga itu berupa sesuatu yang belum pernah di lihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terlintas oleh hati manusia. Ahli syurga bagaikan raja bersenang-lenang dengan penuh kenikmatan sedangkan umur mereka seusia dengan putera. Usia mereka kekal selamanya 33 tahun yakni seusia ketika nabi Isa AS di angkat ke langit, manakala tinggi mereka pula setinggi nabi Adam AS yakni setinggi 60 hasta dan dalamnya lintang 7 hasta. Mereka sangat kacak dan suara mereka sangat merdu. Mata mereka seakan bercelak, putih kulitnya, tiada berbulu badannya kecuali di kepala (kerinting rambutnya), alis dan kelopak mata. Sedang janggut, misai, ketiak dan kemaluan licin tidak berbulu. Mereka tidak kencing dan tidak buang air besar, tidak berludah dan tidak berhingus dan peluh mereka berbau kasturi. Bejana mereka dari emas dan perak, sisir rambut mereka dari emas, kayu bakar mereka dari kayu gahru yang harum (kayu kemenyan). Mereka sentiasa merasa aman dari azab. Hati mereka sentiasa bersatu dan tidak pernah berselisih dan benci membenci antara sesama mereka.

Mereka diberi pakaian dari sutera halus yang hijau dan tebal lagi tidak akan reput atau lusuh. Di kepala mereka ada mahkota yang dapat menerangi antara timur dan barat. Mereka juga diberi pakai 70 macam perhiasan yang berubah warnanya setiap jam, berbeza warna dengan perhiasan yang lain, sedang jari-jari mereka ada sepuluh cincin, terukir pada yang;

1. Salam alaikum bima shobartum (Selamat sejahtera kamu kerana kesabaran kamu)
2. Ud khuluha bisalamin aminin (Masuklah ke syurga dengan selamat dan aman)
3. Tilkal janatullati urits tumu ha bima kuntum ta’malun (Itulah syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu)
4. Rufi’at ankumul ahzana wal humum (Telah dihindarkan dari kamu semua risau dan dukacita)
5. Albasakum alhuli wal hulal (Kami berimu pakaian dan perhiasan)
6. Zawwa jakum ul hurul iin (Kami kahwinkan kamu dengan bidadari)
7. Walakum fihamatasy tahihil anfusu wa taladzzul a’yun wa antum fiha khalidun (Untuk mu dalam syurga segala keinginan dan menyenangkan pandangan matamu)
8. Rafaq tumunnabiyina wassiddiqin (Kamu telah berkumpul dengan para Nabi dan Siddiqin)
9. Shirtum syababa laa tahromun (Kamu menjadi muda dan tidak tua selamanya)
10. Sakantum fi jiwari man laa yu’dzil jiran (Kamu tinggal dengan tetangga yang tidak mengganggu tetangganya)

Penglihatan mereka dilapangkan sehingga ia memandang yang jauh-jauh seperti memandangnya dari jarak dekat. Penghabisan orang yang masuk syurga dan paling rendah kedudukannya, diberi kerajaan sepanjang penglihatannya, serupa dengan jarak 100 tahun perjalanan. Dan didirikan bagi mereka kubah dari mutiara, zabarjat dan yakut. Lebarnya seperti antara Al-Jabiyah ke Sana’a. Setiap pagi dan petang mereka diberi makan dengan 70,000 piring dari emas, sedangkan warna pada setiap piring tidak sama, sedang rasa makanan pada tiap suapan tidak sama, ditemukan rasa makanan pada suapan yang pertama sama rasanya dengan rasa pada suapan terakhir.

Terdapat 70,000 kampung yang terdiri dari mutiara dan yakut. Setiap kampung ada 70,000 rumah sedangkan rumah-rumah itu tidak satu pecah atau rosak. Sebahagian bangunan di syurga diperbuat dari jalinan bata dari emas dan bata dari perak. Bumi syurga dari perak, dan tanahnya dari misik atau za’faran, debu lantainya dari kasturi yang semerbak harum, dan kerikilnya mutiara serta yakut dan urat-urat pohonnya dari perak, sedang dahannya dari mutiara dan zabarjad, daun dan buahnya berada di bawah, maka seseorang tidak menghadapi kesukaran untuk makan walaupun dalam keadaan berdiri, duduk ataupun baring.

Diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT telah menciptakan wajah-wajah bidadari terdiri dari 4 warna; putih, hijau, kuning dan merah. Dan tubuhnya diciptakan dari za’faran, misik dan kafur. Dan rambutnya diciptakan dari cengkeh. Bahagian tubuhnya mulai dari kaki sampai lutut tercipta dari za’faran. Dari lutut sampai buah dada tercipta dari anbar. Dari leher sampai kepala tercipta dari kafur. Andaikata meludah ke dunia, maka ludahnya akan menjelma menjadi misik. Pada setiap dadanya tertulis nama suaminya dan nama dari nama-nama Allah SWT. Pada setiap tangannya mengenakan 10 gelang dari emas, memakai cincin sebanyak 10 pada jari-jarinya, memakai 10 perhiasan gelang kaki dari mutiara dan permata.”

Sekurang-kurangnya penduduk syurga itu memiliki 80,000 pelayan dan dikahwinkan dengan 72 isteri (bidadari). Mereka diberi kekuatan 100 orang ketika makan, minum dan senggama. Dicipta bidadari secara langsung oleh Allah SWT dan bukan melalui proses kelahiran. Kejelitaan digambarkan seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. Yang sentiasa dara lagi sebaya umurnya, cantik, manja, rindu dan amat mencintai suaminya. Yang suci dari sebarang kotoran, haid, nifas, kencing dan air mani. Sopan menundukkan pandangan, tidak pernah disentuh oleh mana-mana jin atau manusia sebelum mereka. Sangat putih kulitnya. Bermata jeli, anak mata hitam pekat bagaikan mata bayi yang baru dilahirkan, bahkan lebih jernih dan lebih becahaya. Lebar matanya disertai bulu mata bagaikan sayap burung yang sedang terbang. Mempunyai betis yang tembus, yang sangat indah mata melihat sehingga boleh terlihat sumsum betis dari belakang dagingnya. Mempunyai kelembutan seperti lembutnya selaput telur di dalam telur yang melekat di kulit luar. Dikurniakan Allah SWT cahaya pada wajah seperti bulan purnama. Cahaya serta bau harum semerbak pada tubuh mereka dapat memenuhi dunia antara langit dan bumi. Sedangkan tutup kepala bidadari itu lebih baik dari dunia dan seisinya.

Terdapat kemah-kemah yang mengandungi berpuluh-puluh bilik dari mutiara yang berlubang. Ada bilik yang bagaikan taman yang luas yang dipenuhi pohon-pohon palma dan di kelilingi sungai yang mengalir, yang tepiannya dilitupi oleh bunga mawar, melati dan lain-lain bunga yang tumbuh dari lembah. Ketika angin meniup taman bunga ini, seluruh taman dipenuhi bau harum semerbak. Di dalam bilik ada ruangan luas yang diperbuat dari kayu cendana dan pokok gaharu serta dilapisi dengan segala macam marmar berwarna. Berterbangan burung-burung seperti burung bul-bul, murai atau merpati yang pandai menyanyi. Setiap bilik dihiasi dengan perhiasan dari zamrud, batu merah, batu delima merah jingga, serta emas dan perak. Di dalam bilik yang sebegini indah inilah tempat tinggalnya bidadari itu. Mereka menantikan kedatangan suami mereka dengan menyanyikan lagu-lagu rindu bagaikan orang yang sedang mabuk cinta. Setiap kali mereka menyenandungkan lagu-lagu pujaan yang menyebut-nyebut suami mereka setiap itu pula bangkit nafsu kecemburuan mereka.

Hadis riwayat At-Tarmizi, Rasulullah SAW bersabda: “Di sediakan tempat untuk berkumpulnya para bidadari, dan di sana mereka beryanyi semerdu suara yang belum pernah didengar oleh manusia suara semerdu itu. Kamilah yang kekal dan tak akan rosak (berubah), kamilah selalu senang tak pernah susah, kamilah yang puas rela tak akan marah, sungguh bahagia orang yang untuk kami dan kami untuknya.”

Ketika mereka yakni suami bidadari melintasi kawasan perkemahan di mana para bidadari berkumpul, maka para bidadari akan menyambut kedatangan suami mereka dengan sepenuh jiwa dan raga mereka kepadanya. Para bidadari akan melayan sepenuhnya keinginan suaminya, bahkan menggoda supaya suaminya terus bermesra dengannya. Para bidadari sentiasa inginkan kehidupan di atas tilam-tilam sutera yang lembut, dengan cadar yang berilau-kilauan, sentiasa berpegangan erat tangan suaminya. Hubungan senggama bersama bidadari adalah hubungan kenikmatan tanpa sebarang keletihan, peluh mahupun kotoran berupa air mani. Seorang suami boleh menggauli 100 bidadari dalam sehari.

Bagi mereka yang menduduki syurga ‘Adn, mereka akan menduduki istana-istana yang diperbuat daripada mutiara. Di dalam setiap istana terdapat 70 buah rumah dari permata yakut merah. Di dalam setiap rumah terdapat 70 buah bilik dari zamrut hijau. Di dalam setiap bilik terdapat ranjang. Setiap ranjang terdapat 70 permaidani dalam pelbagai warna, dan setiap permaidani terdapat seorang bidadari. Mereka akan diberi hiasan gelang dari emas, berpakaian hijau dari sutera yang bersulam benang emas.

Ahli syurga akan lupa akan segala kenikmatan yang mereka alami di dalam syurga apabila mereka dihimpunkan dalam satu majlis yang agung. Majlis ini adalah kemuncak bagi segala kenikmatan bagi penduduk syurga kerana di dalam majlis ini, mereka dapat mendengar dengan sendiri kalimat dari Allah SWT, dapat melihat Zat Allah SWT, dapat redha dari Allah SWT dan dapat pengisytiharan yang mereka akan hidup kekal selamanya di dalam syurga oleh Allah SWT.

Wallahu’alam.

Maha Suci Tuhan yang menjadikan segala kejadian..

Comments (28) »

kemusykilan imam berdiri di rakaat kelima

Jika Imam berdiri ke rakaat ke 5, maka makmum hendaklah bermufarakah darinya dan jangan mengikutnya, dan jika makmum mengikutnya dengan sengaja dan tahu perbuatan itu haram maka batallah solatnya. Jika makmum yang mengikuti Imam yang bangkit berdiri ke rakaat ke 5 itu adalah seorang makmum yang masbuk yang tahu Imam itu mendirikan rakaat yang lebih nescaya tidak sah ikutannya, tetapi jika dia mengikutnya dengan kejahilan dan mendapat semua rakaat dengannya,maka ikutannya sah dan rakaat yang lebih itu dikira untuknya mengikut qaul(pendapat) yang sahih.

sumber-Kitab Masalah Imam dan Makmum oleh Yusuf zaki Yaakub

by: Sy Fadhil Al Idrus

Leave a comment »

14 Perkara Yang Sunat Dilakukan Pada Hari Asyura

14 Perkara Yang Sunat Dilakukan Pada Hari Asyura

1. Melapangkan masa / belanja anak , suami & isteri2
fadhilat – Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun ini.
2. Memuliakan fakir miskin
fadhilat – Allah akan melapangkannya dalam kubur nanti.
3. Menahan marah
fadhilat – Di akhirat nanti Allah akan memasukkannya ke dalam golongan yang ridha.
4. Menunjukkan orang sesat
fadhilat – Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hatinya.
5. Menyapu / mengusap kepala anak yatim
fadhilat – Allah akan mengurniakan sepohon pokok di syurga bagi tiap-tiap rambut yang di sapunya.
6. Bersedekah
fadhilat – Allah akan menjauhkannya daripada neraka sekadar jauh seekor gagak terbang tak berhenti-henti dari
kecil sehingga ia mati. Diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.
7. Memelihara kehormatan diri
fadhilat – Allah akan mengurniakan hidupnya sentiasa diterangi cahaya keimanan.
8. Mandi Sunat
fadhilat – Tidak sakit (sakit berat)pada tahun itu
lafaz niat : ‘Sahaja aku mandi sunat hari Asyura kerana Allah Taala’
9. Bercelak
fadhilat – tidak akan sakit mata pada tahun itu.
10. Membaca Qulhuwallah hingga akhir seribu kali
fadhilat – Allah akan memandanginya dengan pandangan rahmah diakhirat nanti.
11. Sembahyang sunat empat rakaat
fadhilat – Allah akan mengampunkan dosanya walau telah berlarutan selama 50 tahun melakukannya.
lafaz niat : ‘Sahaja aku sembahyang sunat hari Asyura empat rakaat kerana Allah Taala’
Pada rakaat pertama dan kedua selepas fatihah di baca Qulhuwallah sebelas kali.
12. Membaca
‘hasbiyallahhu wani’mal wakil wa ni’mal maula wa ni’mannasiiru’
fadhilat – Tidak mati pada tahun ini .
13. Menjamu orang berbuka puasa

fadhilat – Diberi pahala seperti memberi sekalian orang Islam berbuka puasa.

14. Puasa
Niat – ‘Sahaja aku berpuasa esok hari sunat hari Asyura kerana Allah Taala’
fadhilat – Diberi pahala seribu kali Haji, seribu kali umrah dan seribu kali syahid dan diharamkannya daripada neraka.

Insya’allah..
Semoga Bermanfaat Dan Dapat Dipanjangkan Kepada Yang Lain-Lain.

Comments (4) »

Cara membayar fidyah

Mukhtasar : Perihal Puasa Qadha’ & Fidyah
Disusun-semula dari Al-Ahkam.net
Masalah: Lewat mengqadha’ puasa dan fidyah
Dasar fidyah ialah firman Allah Taala:
“..Dan wajib atas orang yang tidak berdaya berpuasa (kerana tua dsbnya) membayar fidyah iaitu memberi makan orang miskin..”
(al-Baqarah:184)

*Hukum fidyah:
Hukumnya adalah wajib berdasarkan firman Allah taala di atas.

*Jumlah fidyah yang wajib dibayar
Jumhur ulamak mengatakan bahawa fidyah adalah sebanyak sau cupak makanan asasi di negeri tempatnya tinggal, untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

*Sebab-sebab Fidyah:
1. Para ulamak bersepakat mengatakan bahawa orang yang tidak berdaya mengerjakan puasa, adalah wajib membayar fidyah. Seperti orang tua yang lemah dan sudah tidak mampu lagi untuk berpuasa. Selain dari ayat al-Quran di atas, Ibnu Abbas ada menjelaskan bahawa perkara ini adalah satu rukhsah (keringan) dari ALlah Taala.

2. Para ulamak juga bersepakat mengatakan bahawa orang yang menderita sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh juga diwajibkan membayar fidyah. Dia tidak lagi diwajibkan berpuasa. Dasarnya ialah firman Allah Taala:
“..Dan Ia tidak menjadikan kamu menganggung sesuatu keberatan dan susah oayah dalam perkara agama..”

(Al-Hajj: 78)
3. Bagi perempuan yang hamil atau menyusukan anak yang bimbangkan keselamatan anaknya, dia dibenarkan berbuka. Juga diwajibkan mengqadha’ puasanya itu. Dan.. Menurut jumhur ulamak, dia juga diwajibkan membayar fidyah untuk setiap puasa yang ditinggalkannya. Ulamak Hanafi berpendapat sebaliknya, di mana perempuan di atas tidak perlu fiidyah.
Masalah: Jika khuatirkan keselamatan diri sendiri.
Dalam masalah ini, hanya wajib qadha’ sahaja, tidak fidyah. Inilah pendapat semua ulamak. Dalilnya ialah ayat al-Quran di atas.
4. Mereka yang lewat mengqadha’kan puasa Ramadhan, sehingga datang Ramadhan berikutnya juga diwajibkan fidyah. Ini adalah pendapat Jumhur ulamak. Sedangkan Hanafi, tidak berpendapat begitu. Mereka berpendapat tidak perlu fidyah.
Dan jika kelewatan qadhak puasa itu kerana uzur, tidak wajib fidyah.
Masalah: Apakah fidyah bertambah dengan pertambahan tahun?
Menurut pendapat Ashah (terkuat) Syafi’i, ya bertambah dengan pertambahan tahun.
Alasan mereka ialah, kewajipan yang berbentuk harta tidak boleh disekalikan (jamak/himpunkan sekaligus).
Maliki dan Hanbali berpendapat tidak berganda dengan pertambahan tahun.
Mereka menyamakannya dengan hukuman hudud yang dikenakan sekaligus.
————-
Masalah: Kelewatan qadha’ puasa hingga datang Ramadhan berikutnya – Fatwa al-Qardhawi
Dr. Yusof al-Qardhawi mengatakan bahawa sebahagian imam berpendapat dalam kes ini diwajibkan
mengqadha’ puasa berkenaan dan membayar fidyah satu mud untuk setiap hari puasa yang
ditinggalkan. Satu mud bersamaan dengan setengah kilogram lebih sedikit.
Katanya, inilah mazhab Syafi’i dan Hanbali yang berdasarkan kepada amalan sejumlah sahabat.
Manakala sebahagian para imam yang lain tidak mewajibkan fidyah. Namun qadhak tetap wajib
dilaksanakan.
Masalah: Pendapat yang perlu diikut
Al-Qardhawi mengatakan bahawa memberi fidyah adalah satu amalan yang baik,
tetapi jika tidak membayarnya insyaallah tidak ada dosa atasnya.
Ini adalah kerana tidak ada satupun riwayat yang sahih mengenainya dari Nabi s.a.w.
Saya berpendapat, kita di Malaysia ini, tidak ada salahnya kita beramal dengan mazhab Syafi’i,
iaitu membayar fidyah atas kelewatan qadha’ puasa.
Masalah: Ragu-ragu tentang jumlah puasa yang ditinggalkan
Hendaklah mengikut dugaannya yang lebih kuat dan yang lebih diyakininya.
Namun, untuk menenangkan hatinya dan agar seseorang itu selamat dalam agamanya
serta bebas dari tanggungan, maka hendaklah dia menentukan jumlah yang lebih banyak.
Kerana ini akan mendapat tambahan pahala dan ganjaran.
Maka, secara ringkasnya :
1.Qadha sahaja atau disertakan fidyah.
Pendapat yg kuat ialah tidak perlu fidyah, memadai qadha sahaja. (Qardhawi, fatawa mu’asirat; dan Dr Syurbasyi, Yas-aluunak)
2.Fiqh Syafi’iy menetapkan:
Wajib qadha sahaja jika ada alasan kukuh kenapa ia tidak dapat dilakukan sebelum kedatangan Ramadhan yg baru.
Ia dikenakan penalti fidyah (bg setiap hari yg ditinggalkan) sebagai denda tambahan qadha’ jika ia sengaja melengah-lengahkan qadha tanpa sebarang alasan syar’iy.
*Fiqh Tarjeeh atau tahqeeq (penilaian semula), misalnya Dr Qardhawi, (Fatawa Mu’asirat), penalti fidyah itu tiada dalil syara’ bahkan lebih kpd hanya ijtihad fuqaha’ sahaja dan memadai dgn qadha’ sahaja. Terpulanglah untuk kekal berpegang dgn fiqh Syafi’iy atau berpindah kepada fiqh tarjeeh. WaLlahu a’alam
Rujukan:
Mughnil Muhtaj, vol. 1, al-Khatib al-Syarbini
Bujairimi Alal Khatib, vol. 2, al-Bujairimi
I’anah al-Thalibin, vol 2, al-Syatha
Fatawa Muashirah, vol 1, al-Qardhawi
Bidayatul Mujtahid, vol. 1, Ibnu Rusyd

Comments (14) »