Archive for Februari 18, 2008

Sikap Manusia Terhadap Al Quran

Sikap Manusia Terhadap Al Quran
Posted on Monday, February 11 @ 20:56:14 MYT by SongkokPutih
E-mel Pembaca Oleh ning

“Salam…

Renungan dari Imam Syahod Hasan Al Banna:

Seseorang layak merasa hairan terhadap sikap kebanyakan manusia terhadap Allah swt.: Al Quranul Karim. Ikhwan sekalian, sebagaimana saya katakan sebelumnya, sikap kebanyakan manusia di masa kini terhadap kitab Allah ibarat kelompok manusia yang dilitupi kegelapan dari segala penjuru.

Mereka kebingungan, berjalan tanpa apa-apa petunjuk apa pun. Kadang-kadang mereka terjatuh ke jurang, terkadang mereka berkeras hati seperti batu dan terkadang saling mundar mandir kebingungan seperti kehilangan punca. Keadaan mereka terus demikian, tersesat membabi buta dan berjalan dalam kegelapan yang pekat.

Sedangkan di hadapan mereka ada sebuah suis elektrik yang andaikata mereka tekan dengan jari, maka gerakan sedikit itu dapat menyalakan sebuah lampu yang terang benderang. Inilah saudaraku perumpamaan umat manusia sekarang dan sikap mereka terhadap kitab Allah.

Hari ini, manusia tidak menemui jalan selain berdoa, bersedih dan menangis, sungguh aneh kerana di hadapan mereka sebenarnya terdapat Al Quranul Karim, kitab Allah swt. Ibarat satu perumpamaan:


“Bak unta mati kehausan di padang pasir, sedangkan air terpikul di atas punggungnya.”

Firman Allah swt yang bermaksud:

”Tetapi kami jadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya sesiapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Asy-Syura: 52)


”Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan kepadanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-A’raf: 157)


”…Ini ialah Kitab (Al-Quran) Kami turunkan Dia kepadamu (Wahai Muhammad), supaya Engkau mengeluarkan umat manusia seluruhnya dari gelap-gelita kufur kepada cahaya iman – Dengan izin Tuhan mereka – ke jalan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.” (Ibrahim:1)


”Wahai ahli Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami (Muhammad, s.a.w) dengan menerangkan kepada kamu banyak dari (keterangan- keterangan dan hukum-hukum) yang telah kamu sembunyikan dari Kitab suci, dan ia memaafkan kamu (dengan tidak mendedahkan) banyak perkara (yang kamu sembunyikan) .

Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya kebenaran (Nabi Muhammad) dari Allah, dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata keterangannya. Dengan (Al-Quran) itu Allah menunjukkan jalan-jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredaanNya, dan (dengannya) Tuhan keluarkan mereka dari gelap-gelita (kufur) kepada cahaya (iman) yang terang-benderang, Dengan izinNya; dan (dengannya juga) Tuhan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Maidah:15- 16).

Advertisements

Comments (1) »

beroalah karena Tuhan Tahu

Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menjawab doa mu.
Karena Ia menyertai mu. Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan memberi mu damai sejahtera-Nya.
Karena Ia menghibur dan mengajari mu melangkah hari demi hari yang berat.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun beban mu berat.
Karena Ia mengajari merasakan dan meringankan beban sesama mu.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau merasa Ia tidak dekat lagi.
Karena Ia melihat kesetiaan, keteguhan dan Ia tidak pernah meninggalkan mu.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun segala sesuatu berada diluar rencana mu.
Karena Ia sedang mengajari mu berjalan dalam rencana-Nya.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau difitnah dan dihina.
Karena Ia sedang mengajari merendahkan diri dan memaafkan sesama mu.

Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menegur mu.
Karena Ia mengajar dan menegur orang yang dikasihi-Nya.

Tetaplah berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan.
Karena Ia menyertai dan mengajari seumur hidup mu.

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan!

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia…
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon…
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. .
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

karena tuhan akan mengabulkan setiap doa dengan caranya sendiri, mungkin dengan cara yang tidak pernah sama sekali anda duga

Ingat bahwa di manapun kau atau ke manapun kau menghadap… TUHAN TAHU


Best Regard
Erwin Arianto,SE
¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
———— ——— ——— ——-
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

Comments (7) »

salahsatu ‘yang tersembunyi’

“Wali-Wali Allah tidak berkata: ‘ikuti saya’
  tapi berkata: ‘Ikuti Allah dan Rasul-Nya!’  
  Siapa yang terbuka hatinya mengikuti mereka.
  Wali-Wali Allah tersembunyi, bukan fisiknya tapi Maqom Spiritualnya  
  [tersembunyi] dari orang-orang yang buta matahatinya.  
  Banyak yang ingin mendekati Allah tapi menjauhi para wali-Nya.  
  Pemuka para wali adalah para Nabi dan Sahabat Rasulullah Saw.    
  Sultan para wali adalah Nabiyur-Rahmah Muhammad Saw.      
  yang melalui beliau mengalir ilmu-ilmu Hakikat Allah    
  dari “hati spiritual” ke “hati spiritual” para hamba-Nya yang mukhlisin.”
– Dikutip dari kata-kata mutiara Wiyoso Hadi –

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurayrah ra, bahwa Rasulullah SAW (ShollaLlahu ‘Alayhi Wassalam) bersabda: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi mencintai di antara makhluk-Nya orang-orang pilihan, (mereka) tersembunyi, taat, rambut mereka acak-acakan, wajah mereka berdebu dan perut mereka kelaparan. Jika meminta izin kepada pemimpin ditolak. Jika melamar wanita cantik tidak diterima. Jika mereka tak hadir tak ada yang kehilangan dan jika hadir tak ada yang merasa bahagia atas kehadirannya. Jika sakit tak ada yang mengunjunginya dan jika mati tak ada yang menyaksikan jenazahnya.”
 
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, contohkan pada kami salahsatu dari mereka?” Beliau SAW menjawab: “Itulah ‘Uways al-Qarani.” Para sahabat bertanya kembali: “Seperti apakah ‘Uways al-Qarani?” Beliau SAW menjawab: “Matanya berwarna hitam kebiru-biruan, rambutnya pirang, pundaknya bidang, postur tubuhnya sedang, warna kulitnya mendekati warna tanah (coklat-kemerahan) , janggutnya menyentuh dada (karena kepalanya sering tertunduk hingga janggutnya menyentuh dada), pandangannya tertuju pada tempat sujud, selalu meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri, menangisi (kelemahan) dirinya, bajunya compang-camping tak punya baju lain, memakai sarung dan selendang dari bulu domba, tidak dikenal di bumi namun dikenal oleh penduduk langit, jika bersumpah (berdo’a) atas nama Allah pasti akan dikabulkan. Sesungguhnya di bawah pundak kirinya terdapat belang putih. Sesungguhnya kelak di hari kiamat, diserukan pada sekelompok hamba, “Masukklah ke dalam surga!” Dan diserukan kepada ‘Uways, “Berhenti, dan berikanlah syafa’at!” Maka Allah memberikan syafa’at sebanyak kabilah Rabi’ah dan Mudhar.”
 
“Wahai ‘Umar, wahai `Ali! Jika kalian berdua menemuinya, mintalah padanya agar memohonkan ampun bagi kalian berdua, niscaya Allah akan mengampuni kalian berdua.” Maka mereka berdua mencarinya selama sepuluh tahun tetapi tidak berhasil. Ketika di akhir tahun sebelum wafatnya, ‘Umar ra berdiri di gunung Abu Qubais, lalu berseru dengan suara lantang: “Wahai penduduk Yaman, adakah di antara kalian yang bernama ‘Uways?”
 
Bangkitlah seorang tua yang berjenggot panjang, lalu berkata: “Kami tidak tahu ‘Uways yang dimaksud. Kemenakanku ada yang bernama ‘Uways, tetapi ia jarang disebut-sebut, sedikit harta, dan seorang yang paling hina untuk kami ajukan ke hadapanmu. Sesungguhnya ia hanyalah penggembala unta-unta kami, dan orang yang sangat rendah (kedudukan sosialnya) di antara kami. Demi Allah tak ada orang yang lebih bodoh, lebih gila (lebih aneh/nyentrik) , dan lebih miskin daripada dia.”
 
Maka, menangislah ‘Umar ra, lalu beliau berkata: “Hal itu (kemiskinan & kebodohan spiritual) ada padamu, bukan padanya. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Kelak akan masuk surga melalui syafa’atnya sebanyak kabilah Rabi`ah dan Mudhar.” Maka ‘Umar pun memalingkan pandangan matanya seakan-akan tidak membutuhkannya, dan berkata: Dimanakah kemenakanmu itu!? Apakah ia ada di tanah haram ini?” “Ya,” jawabnya. Beliau bertanya: “Dimanakah tempatnya?” Ia menjawab: “Di bukit ‘Arafat.” Kemudian berangkatlah ‘Umar dan ‘Ali ra dengan cepat menuju bukit ‘Arafat. Sampai di sana, mereka mendapatkannya dalam keadaan sedang shalat di dekat pohon dan unta yang digembalakannya di sekitarnya. Mereka mendekatinya, dan berkata: “Assalamu’alayka wa rahmatullah wa barakatuh.” ‘Uways mempercepat shalatnya dan menjawab salam mereka.
 
Mereka berdua bertanya: “Siapa engkau?” Ia menjawab: “Penggembala unta dan buruh suatu kaum.” Mereka berdua berkata: “Kami tidak bertanya kepadamu tentang gembala dan buruh, tetapi siapakah namamu?” Ia menjawab: ” `Abdullah (hamba Allah).” Mereka berdua berkata: “Kami sudah tahu bahwa seluruh penduduk langit dan bumi adalah hamba Allah, tetapi siapakah nama yang diberikan oleh ibumu?” Ia menjawab: “Wahai kalian berdua, apakah yang kalian inginkan dariku?”
 
Mereka berdua menjawab: “Nabi SAW menyifatkan kepada kami seseorang yang bernama ‘Uways al-Qarani. Kami sudah mengetahui akan rambut yang pirang dan mata yang berwarna hitam kebiru-biruan. Beliau SAW memberitahukan kepada kami bahwa di bawah pundak kirinya terdapat belang putih. Tunjukkanlah pada kami, kalau itu memang ada padamu, maka kaulah orangnya. Maka ia menunjukkan kepada mereka berdua pundaknya yang ternyata terdapat belang putih itu. Mereka berdua melihatnya seraya berkata: “Kami bersaksi bahwasannya engkau adalah ‘Uways al-Qarani, mintakanlah ampunan untuk kami, semoga Allah mengampunimu. ”
 
Ia menjawab: “Aku merasa tidak pantas untuk memohon ampun untuk anak cucu Adam (‘alayhis-salam) , tetapi di daratan dan lautan (di kapal yang sedang berlayar) ada segolongan laki-laki maupun wanita mu’min (beriman) dan muslim yang doanya diterima.” ‘Umar dan ‘Ali ra berkata: “Sudah pasti kamu yang paling pantas.” 
‘Uways berkata: “Wahai kalian berdua, Allah telah membuka (rahasia spiritual) dan memberitahukan keadaaan (kedudukan spiritual)ku kepada kalian berdua, siapakah kalian berdua?” Berkatalah `Ali ra: “Ini adalah ‘Umar ‘Amir al-Mu’minin, sedangkan aku adalah `Ali bin Abi Thalib.” Lalu ‘Uways bangkit dan berkata: “Kesejahteraan, rahmat dan keberkahan Allah bagimu wahai ‘Amir al-Mu’minin, dan kepadamu pula wahai putra ‘Abi Thalib, semoga Allah membalas jasa kalian berdua atas umat ini dengan kebaikan.” Lalu keduanya berkata: “Begitu juga engkau, semoga Allah membalas jasamu dengan kebaikan atas dirimu.”
Lalu ‘Umar ra berkata kepadanya: “Tetaplah di tempatmu hingga aku kembali dari kota Madina dan aku akan membawakan untukmu bekal dari pemberianku dan penutup tubuh dari pakaianku. Di sini tempat aku akan bertemu kembali denganmu.”
 
Ia berkata: “Tidak ada lagi pertemuan antara aku denganmu wahai ‘Amir al-Mu’minin. Aku tidak akan melihatmu setelah hari ini. Katakan apa yang harus aku perbuat dengan bekal dan baju darimu (jika engkau berikan kepadaku)? Bukankah kau melihat saya (sudah cukup) memakai dua lembar pakaian terbuat dari kulit domba? Kapan kau melihatku merusakkannya! Bukankah kau mengetahui bahwa aku mendapatkan bayaran sebanyak empat dirham dari hasil gembalaku? Kapankah kau melihatku menghabiskannya? Wahai ‘Amir al-Mu’minin, sesungguhnya dihadapanku dan dihadapanmu terdapat bukit terjal dan tidak ada yang bisa melewatinya kecuali setiap (pemilik) hati (bersih-tulus) yang memiliki rasa takut dan tawakal (hanya kepada Allah), maka takutlah (hanya kepada Allah) semoga Allah merahmatimu. ”
 
Ketika ‘Umar ra mendengar semua itu, ia menghentakkan cambuknya di atas tanah. Kemudian ia menyeru dengan suara lantang: “Andai ‘Umar tak dilahirkan oleh ibunya! Andai ibuku mandul tak dapat hamil! Wahai siapa yang ingin mengambil tampuk kekhilafahan ini?” Kemudian ‘Uways berkata: “Wahai ‘Amir al-Mu’minin, ambillah arahmu lewat sini, hingga aku bisa mengambil arah yang lain.” Maka ‘Umar ra berjalan ke arah Madina, sedangkan ‘Uways menggiring unta-untanya dan mengembalikan kepada kaumnya. Lalu ia meninggalkan pekerjaan sebagai penggembala dan pergi ke Kufah dimana ia mengisi hidupnya dengan amal-ibadah hingga kembali menemui Allah.
Sumber:
“The Children around the Table of Allah” by Shaykh Muhammad Sa’id al-Jamal ar-Rifa’i
 

(Terusan posting dari Bapak H. Nabil, Solo, Jawa Tengah)

Comments (2) »

Munajat Para Pecinta Allah

Munajat Para Pecinta Allah

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

(1) Ilahi
Apakah orang yang t’lah mencicipi manisnya cinta-Mu
akan menginginkan pengganti selain-Mu
Apakah orang yang t’lah bersanding di samping-Mu
akan mencari penukar selain-Mu

(2) Ilahi
Jadikan kami di antara orang yang Kaupilih
untuk pendamping dan kekasih-Mu
yang Kauikhlaskan untuk memperoleh cinta dan kasih-Mu
yang Kaurindukan untuk datang menemui-Mu
yang Kauridhakan (hatinya) untuk menerima qadha-Mu
yang Kauanugerahkan (kebahagiaan) melihat wajah-Mu
yang Kaulimpahkan keridhaan-Mu
yang Kaulindungi dari pengusiran dan kebencian-Mu
yang Kaupersiapkan baginya kedudukan siddiq di samping-Mu
yang Kauistimewakan dengan makrifat-Mu
yang Kauarahkan untuk mengabdi-Mu
yang Kautenggelamkan hatinya dalam iradah-Mu
yang Kaupilih untuk menyaksikan- Mu
yang Kaukosongkan dirinya untuk-Mu
yang Kaubersihkan hatinya untuk (diisi) cinta-Mu
yang Kaubangkitkan hasratnya akan karunia-Mu
yang Kauilhamkan padanya mengingat-Mu
yang Kaudorong padanya mensyukuri-Mu
yang Kausibukkan dengan ketaatan-Mu
yang Kaujadikan dari makhluk-Mu yang saleh
yang Kaupilih untuk bermunajat pada-Mu
yang Kauputuskan daripadanya segala sesuatu
yang memutuskan hubungan dengan-Mu

(3) Ya Allah
Jadikan kami di antara orang-orang yang
kedambaannya adalah mencintai dan merindukan-Mu
nasibnya hanya merintih dan menangis
dahi-dahi mereka sujud karena kebesaran-Mu
mata-mata mereka terjaga dalam mengabdi-Mu
air mata mereka mengalir karena takut pads-Mu
hati-hati mereka terikat pada cinta-Mu
Kalbu-kalbu mereka terpesona dengan kehebatan-Mu
Wahai Yang cahaya kesucian-Nya bersinar dalam pandangan para
pen¬cinta-Nya
Wahai Yang kesucian wajah-Nya membahagiakan hati pada pengenal-Nya
Wahai Kejaran Kalbu para perindu
Wahai Tujuan Cita para pecinta

Aku memohon cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu
dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu
Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu
Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridha-Mu
kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu
Anugerahkan padaku memandang-Mu
Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang
Jangan palingkan wajah-Mu dariku
Jadikan aku dari penerima anugerah dan karunia-Mu
Wahai Pemberi Ijabah, ya Arhamar-Rahimin

Munajat ini adalah munajat Imam Ali Zainal Abidin (sa), cucu
Rasulullah saw.
(As-Shahifah As-Sajjadiyah, Munajat ke 9: 296)

Tek arab dan bacaan tek latin munajat ini dapat dikopi dari
milis “Keluarga bahagia” atau milis “shalat doa” berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Comments (2) »

Bertudung & Ungkapan Hina Hukum?

Bertudung & Ungkapan Hina Hukum?

Oleh : Ust Zaharuddin Abd Rahman

“Tak pe ustaz kan, pandangan pertama
tak berdosakan, cuma kami pandang lama
je la ?” tanya seorang pemuda berumur
35 tahun kepada saya sambil tersenyum-
senyum selepas dia merenung wanita
berskirt di hadapannya.

Ia adalah satu perkara yang amat
menyedihkan, ia sebenarnya hasil dari
sikap sebahagian umat Islam hari ini
mengambil ringan tentang hukum Islam.

Berkenaan larangan melihat kali kedua
kepada aurat ini diriwayat dalam
beberapa buah hadith, antaranya
hadith :

“Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata:
Saya bertanya kepada Rasulullah s. a.
w. tentang melihat (aurat wanita)
secara tiba-tiba tanpa sengaja. Maka
jawab Nabi: Palingkanlah pandanganmu
itu!” (Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Daud
dan Tarmizi) – Iaitu, Jangan kamu
ulangi melihat untuk kedua kalinya.

Demikian juga kata Baginda SAW kepada
Ali KW :

Ertinya : “Jangan kamu ikuti satu
pandangan dengan pandangan yang lain,
kerana yang pertama bagimu (
diampunkan) dan tidak bagi yang kedua”
( Riwayat Ahmad, Abu Daud, Albani :
Hasan)

Artis & Lawak Hukum

Lebih teruk lagi terdapat artis
Malaysia yang sanggup menggunakan
lafaz-lafaz Islam seperti ‘MashaAllah’
dan ‘InshaAllah’ serta ‘Allahu Akbar’
dalam lakonan lawak mereka sambil
sengaja disebut dalam bentuk yang
melucukan. Ini amat jelas
memperlawakkan lafaz mulia Islam, ia
amat kerap dilakukan oleh satu
kumpulan pelawak Malaysia yang
terkenal. Moga mereka diberikan
hidayah oleh Allah SWT.

Demikian juga dengan ucapan
alhamdulillah bagi seorang artis yang
berpakaian separuh bogel dikhalayak
umum apabila berjaya meraih sesuatu
anugerah di media. Atas nama seni
dirasakan tindakannya halal. Pada
hakikatnya jika lakonannya itu penuh
dengan adegan ‘peluk sana sini’
dan ‘dedah sana sini’, maka di ketika
itu ia bukanlah lagi sebuah seni mulia
yang diiktiraf Islam. Ia adalah
seni ‘fasad’ yang berdosa dan tidak
layak diraikan dengan ungkapan mulia
Islam.

Ketika itu, kemenangan mereka di atas
pentas dan melafazkan ucapan
sedemikian adalah satu bentuk
mempermainkan hukum dan lafaz Islam di
tempat yang tidak sewajarnya. Seolah-
olah seorang yang ingin merompak
membaca ‘Bismilah’ ketika memulakan
rompakannya dan
mengucapkan ‘Alhamdulillah’ apabila
berjaya terlepas dari kejaran polis,
atau menyebut ‘Alhamdulillah’ di dalam
tandas, atau seperti seorang peminum
arak mengucapkan “alhamdulillah”
apabila menyelesaikan minumannya.

Menurut kaedahnya, semua ini
menambahkan lagi dosa si pelaku
terbabit disebabkan wujud unsur
penghinaan samada secara langsung atau
tidak langsung kepada hukum serta
lafaz mulia Islam. Walaupun mereka
tidak langsung berniat untuk menghina
lafaz mulia itu.

Apabila ia adalah sebuah hukum atau
ucapan zikrullah, maka adalah tidak
harus sama sekali sesiapa juga
mempermainkan atau menyebutnya di
tempat yang tidak sewajarnya. Nabi SAW
bersabda :-

Ertinya : ” Sesungguhnya seorang hamba
yang bercakap sesuatu kalimah atau
ayat tanpa mengetahui implikasi dan
hukum percakapannya, maka kalimah itu
boleh mencampakkannya di dalam Neraka
sejauh antara timur dan barat” (
Riwayat Al-Bukhari dengan Fathul Bari,
Bab Hifdz Lisan, 11/376 , no 6477)

Imam Ibn Hajar Al-Asqolani menegaskan
bahawa erti hadith ini adalah seorang
yang bercakap tanpa jelas maksud
ayatnya sehingga menjadikan ia boleh
membawa maksud yang pelbagai sehingga
sebahagiannya boleh mencarikkan
sesuatu hukum. (Fath Al-Bari, 11/376)

Hina Islam, Bertudung & Bermaksiat
Lebih Besar Dosa

“Amat memalukan la ustaz, saya baru
jumpa satu video yang tunjukkan
pasangan melayu ditangkap di tasik-
tasik dan tempat awam tengah
bercumbuan, apa pandangan ustaz,
hampir 95 % darinya bertudung jenis
tak sempurna tu ustaz, ustaz tau tak?”
tanya seorang pendengar kuliah saya
sejurus selepas kuliah saya berkenaan
aurat.

Kemudian selang beberapa hari, pemuda
ini menghantar email kepada saya
beserta satu petikan video yang
dimaksudkan. La Hawla Wala Quwwata
Illa Billah.. wa Inna lillahi wa inna
ilaihi rajiun.. memang amat
mendukacitakan.

Pemuda itu juga menulis
seperti ‘kepeningan’ dan ‘kebingungan’
dengan persekitaran ini dengan katanya

“Boleh tak agaknya saya buat
kesimpulan bahawa hampir semua wanita
yang bertudung pendek atau fesyen,
dengan kain belah atau baju sempit
atau baju kurung biasa, semua ni jenis
yang ‘murah’ dan boleh diajak seks
bebas dengan mudah hari ni, apa
pandangan ustaz?” Mengurut dada saya
mendengar kesimpulan pemuda berpakaian
kemas dan bekerjaya profesional ini.
Sudah tentu amat marah para wanita
dengan kesimpulan si pemuda ini.

“Saya hanya masih percaya dengan
wanita yang berjubah dan bertudung
labuh sahaja sekarang ini ustaz,
harapnya mereka dapat pertahan maruah
dan kesucian mereka serta tak jadi
macam si pemakai tudung pendek yang
terbukti tiada banyak beza dengan free
hair” katanya lagi dengan tegas.

Selepas pemuda ini mengutarakan
pendiriannya barulah saya memberikan
penjelasan panjang lebar. Bagaimanapun
saya belum berhasrat menyebutnya di
ruangan ini, cukuplah saya dedahkan
betapa kecewanya pemuda profesional
ini dengan apa yang berlaku di hadapan
matanya.

Kesimpulannya, wahai wanita bertudung
kembalikan maruah anda dengan tutupan
aurat yang sebenarnya, akhlak wanita
Islam yang sebenarnya, janganlah
merosakkan imej Islam itu dengan
maksiat yang amat dimurkai Allah SWT.
Sesungguhnya kenikmatan duniawi amat
amat sementara, carilah kenikmatan
akhirat yang kekal abadi.

Dari sudut hukum pula, hal wanita
bertudung yang melakukan maksiat,
dosanya sudah tentu lebih hebat dari
wanita yang tidak bertudung yang
melakukan maksiat. Hal ini boleh
difahami dari ayat seperti :-

Ertinya : Wahai isteri-isteri Nabi,
barangsiapa di antaramu yang melakukan
maksiat dengan jelas, maka di gandakan
azab buatmu dua kali ganda” (Al-Ahzab:
59)

Memang benar ayat ini ditujukan khas
buat isteri-isteri Nabi SAW disebabkan
kemulian dan kedudukan mereka yang
sangat mulia, bagaimanapun ayat ini
sebenarnya menggariskan bahawa setiap
kali bergandanya kemuliaan, maka
bergandalah dosanya (jika melakukan
maksiat), demikian hukuman ke atas
wanita bebas lebih berat dari wanita
hamba sahaya di zaman silam. Dikatakan
sebabnya adalah kerana bertambahnya
mudarat dan penghinaan kepada Nabi SAW
(Al-Jami’ Li Ahkam AL-Quran ; AL-
Qurtubi, 14/ 114 dengan sedikit
pindaan )

Demikian jualah bagi wanita bertudung
yang telah menaik tarafkan
kedudukannya dengan kemuliaan Islam,
tetapi kemudiannya melakukan maksiat.
Maka jika bersandarkan kaedah di atas,
jelaslah dosa mereka bertambah besar
kerana maksiat itu sendiri dan
merosakkan imej Islam secara jelas.
Bertawbatlah. Demikian juga halnya
maksiat (termasuk pelaburan internet
yang disepakati haram secara sepakat
ulama dunia dan Malaysia) yang
dilakukan oleh seorang ustaz yang jauh
lebih besar dosanya dari dosa oleh
lelaki biasa di sebabkan imej dan
kedudukan yang dibawanya.

Sekian,

Ust Zaharuddin Abd Rahman

28 April 2007 ( 10 Rabiul Akhir 1428
H)

Comments (4) »

Membina Tamadun: Belajarlah dari Firaun!

Membina Tamadun: Belajarlah dari Firaun!
Posted on Wednesday, February 13 @ 16:39:08 MYT by SongkokPutih
Tazkirah Oleh madihah_solehah

dari: http://www.tamanilmu. com


Dalam sejarah manusia, banyak tamadun yang lahir. Di antara tamadun yang pernah wujud dan kesannya boleh dilihat sampai sekarang ialah tamadun Mesir kuno. Wujudnya piramid di padang pasir dengan begitu gah menjadi salah satu tarikan pelancong ke Mesir dan menjadi identiti penting negara tersebut. Kehebatan pembinaan piramid menjadi satu misteri hingga sekarang. Namun yang pasti, pembinaan tersebut tentulah memakan tenaga manusia yang tidak sedikit. Tidak mustahil jutaan tenaga rakyat telah digunakan untuk membina piramid –piramid itu.


Di antara pemerintah Mesir kuno pula ialah raja-raja yang digelar sebagai Firaun. Allah mengabadikan kisah Nabi Musa yang berdepan dengan Firaun di zamannya di dalam al-Quran. Ia adalah di antara kisah panjang seorang Nabi berhadapan dengan seorang pemerintah. Firaun menjadi simbol sebuah kezaliman. Bukan sahaja kezaliman mengaku sebagai tuhan, juga kezaliman akta-aktanya yang membunuh anak lelaki dan membiarkan hidup anak perempuan dan memperhambakan Bani Israel.


Firaun membangunkan negerinya. Banyak projek pembangunan yang dilaksanakannya. Ia berbangga dengan segala projek yang dibuatnya. Papantanda ‘Ini adalah satu lagi projek kerajaan Firaun’ diletakkan di merata tempat. Piramid juga dibina di atas keringat, darah dan airmata rakyatnya. Allah menyebut di dalam al-Quran, maksudnya:
“ Wahai kaumku! Bukankah aku yang memerintah Mesir dan sungai-sungai ini mengalir di bawah kekuasaanku. Tidakkah kamu lihat?” az-Zukhruf : 51


Kesan projek pembangunan Mesir kuno oleh Firaun kekal sehingga sekarang. Tetapi adakah projek pembangunan itu berdasarkan Aqidah yang benar? Atau taqwa yang ada dalam diri? Atau manfaatnya untuk rakyat terbanyak?


Projek pembangunan yang dibuat bukan atas dasar taqwa, bukan untuk rakyat terbanyak, bukan bukan tetapi pembangunan berlaku di atas kezaliman terhadap Allah dan makhluk. Kezaliman terhadap Allah kerana tidak mahu beriman dengan Allah dan Nabi Musa. Allah berfirman, maksudnya: “ Berikanlah kepadaku wahai hamba-hamba Allah (apa-apa yang menandakan kamu menerima kerasulanku) . Sesungguhnya aku ini seorang Rasul yang amanah, yang diutuskan kepada kamu. Dan janganlah kamu berlaku sombong takabbur terhadap Allah. Sesungguhnya aku ada membawa kepada kamu mukjizat yang jelas nyata.” Ad-Dukhan: 18-19


Kezaliman terhadap makhluk kerana penindasan yang berlaku terhadap rakyatnya. Allah berfirman, maksudnya: “Dan demi sesungguhnya! Kami telah selamatkan kaum Bani Israel dari azab yang menghina dari penindasan Firaun. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sombong takabbur lagi terbilang dari orang yang melampaui baatas (dalam keganasan dan kekejamannya) .” Ad-Dukhan:30- 31

Leave a comment »

KATA-KATA HIKMAH

1. Siapa yang berwudhu saat ingin tidur dan meminta supaya ALLAH
> berikan kebaikan dunia dan akhirat pasti akan di kabulkan – Tirmizi. Sunat
> tidur dalam keadaan berwuduk.
> 2. Siapa yang bershalawat tidak kiralah banyak mana hitungannya setiap
> hari akan dapat keberkatan dalam apa jua dengan syarat ia berusaha mencari
> keredhaanNya.
> 3. Siapa yang bershalawat 41 kali sehari, insyaALLAH, akan dihindarkan
> daripada sifat tercela seperti hasad dengki, riak dsbnya dalam dirinya.
> 4. Bershalawat 33 kali sehari dapat menjernihkan hati, mudah memahami
> akan sesuatu ilmu yang diajarkan, di samping beroleh ketenangan fikiran.
> 5. ALLAH akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan
> bershalawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan sholat fardhu.
> 6. Sewaktu menghadapi hidangan, Nabi membiasakan diri dengan mengambil
> makanan yang terdekat, kemudian baru di ambil hidangan yang lainnya
> sebagai simbolik kesopanan.
> 7. Amalkan membaca shalawat sebanyak 1000 kali sehari, insyaALLAH akan
> dikurniakan kebijaksanaan pemikiran. Di samping itu berusahalah untuk
> menerokai pelbagai ilmu.
> 8. Siapa yang berniat mandi (untuk solat jum’at) kemudian pakai pakaian
> terbaik & wangian lalu sholat jum’at, dosanya akan diampun hingga jum’at
> berikutnya-Ahmad.
> 9. Siapa yang mengamalkan berselawat 11 kali tiap hari, dengan izin
> ALLAH dirinya akan lebih dihargai oleh orang lain.
> 10. Uthman bin Affan riwayatkan bahawa Nabi Muhammad SAW apabila
> berwudhu, beliau membasahi janggutnya -Tirmizi .
> 11. Nabi tidak pernah mencela makanan. Jika baginda suka, dia makan dan
> sebaliknya beliau tinggalkan-Bukhari. Apalagi jika makanan itu pemberian
> orang lain.
> 12. Sahabat meriwayatkan: Aku lihat Nabi SAW makan dengan 3 jari (ibu
> jari telunjuk & tengah) -Muslim. Jarang sekali beliau makan dengan 4 atau
> 5 jari kecuali ada keperluan.
> 13. Menurut Sayyid Ahmad dahlan, siapa bershalawat walau sekali pada
> malam jum’at, saat mautnya kelak akan dipermudahkan ALLAH seperti yang
> dihadapi oleh para Nabi.
> 14. Setiap penyakit ada penawarnya. Bacalah shalawat tujuh kali pada air
> dan minum. InsyaALLAH, perut yang sakit atau memulas akan sembuh.
> 15. Perbaharui wudhu tiap kali bersolat krn padanya terdapat banyak
> fadhilat. Hadith: Sesiapa yang berwudhu dalam keadaan suci, ALLAH
> catatkan 10 kebaikan baginya -Abu Dawud.
> 16. Siapa yang mengamalkan membaca shalawat tiga kali setiap lepas solat
> lima waktu akan dihilangkan kebuntuan fikiran dalam menghadapi masalah
> apapun .
> 17. Nabi SAW sering menghadap kekanan sedikit setelah solat berjemaah
> supaya makmum dapat melihat wajahnya. Sebaiknya imam berzikir dan doa
> seketika bersama makmum.
> 18. Allah akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan
> behalawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu.
> 19. Nabi tak makan sambil bersandar -Bukhari. Artinya, Baginda makan
> dengan duduk condong sedikit ke hadapan bagi elakkan dirinya terlalu
> kenyang & mudahkan penghadaman.
> 20. Menurut Syihab Ahmad, siapa bershalawat tiga kali tiap selesai solat
> subuh, Maghrib dan Ishya, ALLAH akan menghindarkannya drp sebarang
> bencana.
> 21. Nabi sering beristinsyaq air kedalam hidung dan menghembuskannya.
> Selain membersihkan, ia juga mengelakkan sebarang penyakit yang berkaitan
> dengan hidung
>
> M. Ferial Akmal –> SMAN 3 Jkt Kls I-1 1975

Comments (5) »